Rabu, 13 November 2013

PROSES PERIKLANAN DAN PERANCANAAN PEMASARAN

BUKU PRINSIP-PRINSIP PERIKLANAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL KARANGAN MONLE LEE & CARLA JOHNSON

Proses Perencanaan Pemasaran dan Periklanan
    
Kesuksesan pemasaran bergantung pada perencanaan seksama. Rencana pemasaran melibatkan 3 tahap:
1. Analisis situasi
2. Pengembangan tujuan-tujuan pemasaran
3. Pengembangan strategi pasar
Rencana periklanan melibatkan analisis situasi-situasi internal dan eksternal pperusahaan, penentuan tujuan-tujuan periklanan, pengembangan dan pelaksanaan strategi kreatif, pengembangan dan pelaksanaan strategi media, serta evaluasi efektifitas periklanan. Tentu saja keputusan-keputusan anggaran dalam banyak segi, merupakan keputusan yang terpenting di buat oleh para pengiklan.

Aspek Kreatif dan Periklanan
     
Periklanan adalah sebuah seni sekaligus ilmu. Seni nya berasal dari penulisan, perencanaan dan produksi. Ilmu nya berasal dari pemikiran dan perencanaan strategis, termasuk riset. Spesialis atau tim kreatif pertama-tama harus berurusan dengan masalah pengembangan sebuah konsep. kemudian spesialis atau tim ini harus merencanakan strategi kreatif, menentukan daya tarik yang tepat, dan memilih gaya eksekusi. Pada tahap ini, para copywriter umum nya bekerjasama dengan tim produksi atau artistik untuk menciptakan iklan aktual. Dari awal hingga akhir, proses penciptaan iklan melibatkan banyak keputusan yang memerlukan pemahaman tentang produk maupun konsumen, demikian pula dengan pengetahuan tentang berbagai format dan media.
STRUKTUR PROSESPEMASARAN

MEDIA CETAK

BUKU PRINSIP-PRINSIP PERIKLANAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL KARANGAN MONLE LEE & CARLA JOHNSON


Media Cetak
     
Setiap media periklanan memiliki karakteristik dan keunggulannya sendiri yang unik. Para pengiklan berupaya memilih media dan sarana-sarana yang karakteristiknya sesuai dengan produk yang diiklankan dan yang akan memajukan citra produk. Banyak majalah mampu memproduksi iklan-iklan dengan ketepatan warna yang sempurna, dan secara spesifik menarget pasar-pasar khusus. Majalah online menjanjikan sebagai sebuah ajang masa depan dengan ketepatan warna dan penargetan spesifik yang sama. Koran harus menyerahkan posisi terdahulunya sebagai media periklanan A.S terkemuka, namun tetap menjadi sebuah kekuatan di pasar. Periklanan cetak dimasa depan sepertinya akan muncul online, secara simultan dengan publikasi-publikasi cetak atau berdiri sendiri.


Media Siaran
     
Media siaran meliputi televisi dan radio. Para pengiklan telah semakin mengeluarkan banyak dan bagi media siaran pada tahun-tahun terakhir terutama karena pertumbuhan industri siaran. Sebagian besar pertumbuhan tersebut berasal dari televisi, khususnya kabel. Para pakar memperkirakan bahwa web tv akan menjadi sebuah media periklanan yang penting di masa depan. Baik radio maupun televisi memberikan kelebihan dan kekurangan kepada para pengiklan yang harus di pahami ketika membuat keputusan-keputusan periklanan.

MENENTUKAN DAYA TARIK IKLAN

BUKU PERIKLANAN KARANGAN MORISSAN, M.A.


Menentukan Daya Tarik Iklan
     
Daya tarik iklan (advertising appeal) mengacu pada pendekatan yang digunakan untuk menarik perhatian konsumen dan atau mempengaruhi perasaan mereka terhadap suatu produk ( barang dan jasa ). pada  dasarnya terdapat berbagai daya tarik yang dapat digunakan  sebagai dasar dalam mempersiapkan suatu pesan iklan. Secara umum, berbagai daya tarik itu dapat di kelompokan kedalam dua kategori:
1. Daya tarik informatif/rasional (informational/rational appeal)
2. Daya tarik emosional (emotional appeal).
Pada bagian ini kita akan memfokuskan pembahasan pada cara-cara dalam menggunakan daya tarik rasional dan emosional ini sebagai bagian dari strategi kreatif. Kita juga akan membahas bagaimana daya tarik rasional dan emosional dapat digabungkan dalam mengembangkan pesan iklan.

Daya Tarik Informatif/Rasional
     
Daya tarik informatif atau rasional menekankan pada  pemenuhan kebutuhan konsumen terhadap aspek praktis, fungsional, dan kegunaan suatu produk dan juga menekankan pada atribut yang dimiliki suatu produk dan atau manfaat atau alasan memiliki atau menggunakan merek produk tertentu. Isi pesan iklan dengan daya tarik informatif/rasional menekankan pada fakta, pembelajaran, serta logika yang disampaikan suatu iklan. Daya tarik iklan dengan basis rasionalitas cenderung bersifat informatif, dan pemasang iklan menggunakan daya tarik ini untuk meyakinkan konsumen bahwa produk mereka memiliki atribut tertentu atau bersangkutan memberikan manfaat tertentu yang dapat memuaskan kebutuhan konsumen. Iklan dengan daya tarik rasional bertujuan membujuk target konsumen untuk membeli karena produk bersangkutan adalah yang terbaik atau yang paling dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Misalnya, produk minuman yang mengandung serat atau (fiber) menggunakan daya tarik rasional dengan mengatakan nahwa mengonsumsi serat dapat mengurangi resiko terkena serangan jantung.


Daya Tarik Emosional
    
 Daya tarik emosional adalah daya tarik yang terkait atau berhubungan dengan kebutuhan sosial atau psikologi konsumen dalam pembelian suatu produk. Tidak sedikit motif pembelian konsumen bersifat emosional karena perasaan mereka terhadap suatu merek dapat menjadi lebih pentingdaripada pengetahuan yang mereka miliki terhadap merek.

Daya Tarik Gabungan
     
Dalam banyak kasus periklanan, tim kreatif perusahaan iklan tidak ingin menentukan daya tarik iklan yang dibuatnya hanya berdasarkan pada aspek rasional atau aspek emosional semata tetapi mereka ingin menggabungkan kedua pendekatan tersebut. Menurut David Ogilivy dan Joel Raphaelson (1981), pembelian produk semata-mata berdasarkan pertimbangan rasional pada dasarnya adalah tidak banyak; bahkan produk yang bersifat sangat rasional dan fungsional sekalipun seperti produk sabun cuci deterjen pun juga memiliki aspek atau elemen emosional.


Daya Tarik Lainnya
     
Tidak semua iklan dapat di golongkan sebagai iklan dengan daya tarik rasional dan emosional saja. Beberapa iklan dapat di kategorikan pula sebagai "iklan pengingat" (reminder advertising) yang memiliki tujuan membangun kesadaran terhadap suatu merek produk.

PERIKLANAN INTRODUKSI

BUKU PRINSIP-PRINSIP PERIKLANAN DALAM PERSPEKTIF GLOBAL KARANGAN MONLE LEE & CARLA JOHNSON


Periklanan Introduksi

  
Klasifikasi periklanan di nyatakan periklanan produk, eceran korporasi, bisnis ke bisnis, politik, direktori, respon langsung, pelayanan pubik, dan advokasi. periklanan bisa menginformasikan atau membujuk konsumen dalam beberapa kasus, periklanan bertindak untuk mengingatkan konsumen tentang satu merek tertentu agar loyaltas konsumen terjaga. Periklanan hanyalah satu bagian upaya total yang dijalankan oleh bauran pemasaran (produk, tempat, harga, dan promosi). Bauran promosi menyertakan periklanan, hubungan masyarakat, promosi penjualan dan penjualan pribadi. Periklanan di Amerika Serikat telah berkembang dalam menanggapi perkembangan-perkembangan dalam media massa dan kekuatan-kekuatan sosial ekonomi lain yang memengaruhi para pelaku manufaktur, pengecer, konsumen, atau penggunaan industri. Integrated marketin communications (komunikasi pemasaran terpadu) yang sekarang di kenal luas sebagai integrated communications (komunikasi terpadu), telah menggapai cara teknologi informasi mengubah konsumen maupun cara kita berkomunikasi dengan konsumen.

Segmentasi Pasar, Target Pemasaran dan Produk Positioning

     
Sebuah perusahaan harus mampu menentukan letak para konsumen potensial, dimanapun mereka berada dan selanjutnya mampu memahami dan berkomunikasi dengan mereka. Pemasaran, proses penciptaan, distribusi, promosi dan penentuan harga barang dan jasa untuk memfasilitasi pemuasan hubungan pertukaran, adalah jawabannya. Periklanan saja tidak dapat mengerjakan semua nya. Proses segmentasi pasar konsumen berbeda dari proses segmentasi pasar industri, namun setiap pasar harus di segmen apabila periklanan perusahaan di harapkan berhasil. Segera setelah sebuah pasar terget di segmentasi, periklanan harus memposisikan dan membedakan produk atau jasa nya dari para pesaing. 

JENIS-JENIS IKLAN

BUKU PERIKLANAN KARANGAN MORISSAN, M.A.

Jenis-jenis Iklan
     
Pengelola pemasaran suatu perusahaan beriklan dalam berbagai tingkatan atau level. Misalnya, iklan level nasional atau lokal/retail dengan target yaitu masyarakat konsumen secara umum, atau iklan untuk level industri atau disebut juga dengan business-to-business advertising atau professional advertising dan trade advertising yang ditunjukan untuk konsumen industri, perusahaan, atau profesional. Untuk lebih jelasnya, tipe atau jenis iklan dapat diuraikan sebagai berikut.

Iklan Nasional
    
 Pemasang iklan adalah perusahaan besar dengan produk yang terbesar secara nasional atau di sebagian besar wilayah suatu negara. Sebagian besar iklan nasional pada umumnya muncul pada jam tayang utama (prime time) di televisi yang memiliki jaringan siaran secara nasional dan juga pada berbagai media besar nasional serta media-media lainnya. Tujuan dari pemasangan iklan berskala nasional ini adalah untuk menginformasikan atau mengingatkan konsumen kepada perusahaan atau merek yang diiklankan beserta berbagai fitur atau kelengkapan yang dimiliki dan juga keuntungan, manfaat, penggunaan, serta menciptakan atau memperkuat citra produk bersangkutan sehingga konsumen akan cenderung membeli produk yang diiklankan itu.

Iklan Lokal
     
Pemasang iklan adalah perusahaan pengecer atau perusahaan dagang tingkat lokal. Iklan lokal bertujuan untuk mendorong konsumen untuk berbelanja pada toko-toko tertentu atau menggunakan jasa lokal atau mengunjungi suatu tempat atau institusi tertentu. Iklan lokal cenderung untuk menekankan pada insentif tertentu, misalnya harga yang lebih murah, waktu operasi yang lebih lama, pelayanan khusus, suasana berbeda, gengsi, atau aneka jenis barang yang ditawarkan. Promosi yang dilakukan iklan lokal sering dalam bentuk aksi langsung (direct action advertising) yang dirancang untuk memperoleh penjualan secara cepat.

Iklan Primer dan Selektif
    
Iklan primer atau disebut juga dengan primary demand advertising dirancang untuk mendorong permintaan terhadap suatu jenis produk tertentu atau untuk keseluruhan industri. Pemasang iklan akan lebih fokus menggunakan iklan primer apabila, misalnya, merek produk jasa yang dihasilkannya telah mendominasi pasar dan akan mendapatkan keuntungan paling besar jika permintaan terhadap jenis produk bersangkutan secara umum meningkat. Asosiasi perusahaan di bidang industri dan perdagangan kerap melakukan kampanye melalui iklan primer untuk mendorong peningkatan penjualan prosduk yang dihasilkan anggota asosiasi, misalnya asosiasi produsen susu berkampanye melalui iklan primer untuk meningkatkan minat masyarakat untuk minum susu. 

STRATEGI KREATIF IKLAN

BUKU PERIKLANAN KARANGAN MORISSAN, M.A.

Proses Kreatif
     
Kemungkinan paling besar untuk dapat memproduksi iklan yang kreatif dan sukses adalah melakukan sejumlah langkah atau pendekatan (approach) yang terorganisasi dengan baik. Dalam hal ini, banyak tenaga kreatif yang menolak upaya membuat suatu standar baku kreativitas dengan membuat aturan-aturan dalam proses kreatif iklan. salah satu pendekatan paling populer dalam proses kreatif iklan adalah model proses kreatif yang dikembangkan oleh James Webb Young yang terdiri atas lima langkah, yaitu:
1. Keterlibatan diri (immersion), yaitu upaya melibatkan diri ke dalam masalah yang ada
    dengan cara mengumoulkan bahan mentah dan segala informasi yang diperlakukan
    melalui riset latar belakang (background research) dan mencerna masalah tersebut
    (digestion) yang merupakan upaya untuk memikirkan dan memahami masalah.
2. Proses inkubasi (incubation) yang diartikan James Webb Young sebagai putting the
    problem out of your conscious mind and turning the information over the
    subconscious to do the work (meletakan masalah diluar pikiran sadar anda dan
    mengubah informasi ke dalam pikiran bawah sadar untuk melakukan pekerjaan).
3. Iluminasi, yaitu upaya memunculkan ide atau gagasan.
4. Verifikasi, yaitu kegiatan mempelajari ide atau gagasan untuk menentukan apakah ide
    atau gagasan itu sudah bagus dan/atau mampu menyelesaikan masalah.

     Model proses kreatif yang dikemukakan James Webb Young tersebut mirip dengan pandangan yang sudah ada sebelumnya dari Graham Wallas, seorang sosiolog Inggris, yang terdiri atas empat langkah, yaitu:
1. Persiapan, yaitu kegiatan megumpulkan informasi latar belakang yang diperlukan untuk
    memecahkan masalah melalui riset dan studi.
2. Inkubasi, yaitu proses mengembangkan ide atau gagasan.
3. Iluminasi, upaya mencari pemecahan masalah.
4. Verifikasi, yaitu upaya memperbaiki ide atau gagasan dan menentukan jika ide atau
    gagasan tersebut merupakan solusi yang tepat.

Kreativitas Iklan
   
'Kreativitas' adalah salah satu kata yang mungkin paling sering dan umum digunakan dalam industri periklanan. Iklan bahkan kerap disebut dengan kata 'kreatif' saja. Mereka yang terlibat dalam produksi iklan sering disebut dengan 'tim kreatif', atau 'orang kreatif'. Tanggung jawab tim kreatif adalah mengubah seluruh informasi mengenai produk seperti atribut atau manfaat produk hingga tujuan komunikasi yang ditetapkan menjadi suatu bentuk konsep kreatif yang mampu menyampaikan pesan pemasaran kepada khalayak.

IKLAN PROFESIONAL DAN BISNIS

BUKU PERIKLANAN KARANGAN MORISSAN, M.A.


Iklan antar-Bisnis
     
Iklan antar bisnis atau business-to-business advertising adalah iklan dengan target kepada satu atau beberapa individu yang berperan memengaruhi pembelian barang atau jasa industri untuk kepentingan perusahaan dimana para individu itu bekerja. Barang-barang industri (industrial goods) adalah produk yang akan menjadi bagian dari produk lain (misalnya, bahan mentah atau komponen), atau produk yang digunakan untuk membantu suatu perusahaan melakukan kegiatan bisnisnya (peralatan kantor, komputer, dan lain-lain). Jasa pelayanan bisnis, seperti asuransi, jasa biro perjalanan, dan pelayanan kesehatan masuk dalam kategori ini.

Iklan Profesional
     
Iklan Profesional atau professional advertising adalah iklan dengan target kepada para pekerja profesional seperti dokter, pengacara, dokter gigi, ahli teknik, dan sebagainya dengan tujuan untuk mendorong mereka menggunakan produk perusahaan dalam bidang pekerjaan mereka. Iklan semacam ini juga digunakan untuk mendorong para profesional untuk merekomendasikan penggunaan merek produk tertentu kepada para konsumen.

Iklan Perdagangan
     
Iklan dengan target pada anggota yang mengelola saluran pemasaran (marketing channel), seperti pedagang besar, distributor serta para pengecer. Tujuan iklan semacam ini adalah untuk mendorong para anggota saluran untuk memiliki, mempromosikan, serta menjual kembali merek produk tertentu kepada para pelanggannya.   

iklan perdagangan
iklan bisnis